Skenario Aplikasi:
Perlindungan Kebakaran: Pipa tegak tahan api, sprinkler otomatis, jaringan hidran kebakaran, dan sistem pemadam busa di gedung-gedung tinggi.
Pemanasan: Jaringan pemanas primer/sekunder, pemanas distrik, dan transfer panas limbah industri.
Deskripsi Teknis:
Pipa Tahan Api: Lapisan epoksi tahan api (indeks oksigen ≥28%), tekanan nominal 1,6~2,5MPa, tekanan pecah ≥4 kali tekanan kerja. Metode penyambungan meliputi beralur, berflensa, dan berulir. Pipa tahan api berinsulasi dilapisi dengan insulasi karet/poliuretan dan memiliki cangkang baja galvanis, tahan terhadap suhu serendah -30℃.
Pipa Pemanas: Pipa berinsulasi pracetak yang ditanam langsung di dalam tanah (pipa baja kerja + insulasi busa kaku poliuretan + pipa pelindung luar HDPE), suhu yang berlaku ≤120℃ (dapat disesuaikan hingga 150℃), konduktivitas termal ≤0,033W/(m·K). Panjang yang telah dilas sebelumnya disediakan di ujung pipa; pita penyusut panas digunakan untuk perbaikan sambungan di lokasi.
Standar Pelaksanaan: Proteksi Kebakaran: GB/T 5135.20, GB 50261; Pemanasan: CJ/T 114, CJ/T 155, EN 253.
Keunggulan Utama:Pipa proteksi kebakaran telah lulus inspeksi dari Pusat Inspeksi Mutu Proteksi Kebakaran Nasional dan bebas karat pada dinding bagian dalam; kehilangan panas pada pipa pemanas berkurang lebih dari 40%. Sudah digunakan di Bandara Internasional Beijing Daxing dan proyek pemanasan terpusat di beberapa kota di utara.
![]()
![]()